Membangkitkan Etos Kepahlawanan
Oleh : Paulus Mujiran, S.sos, Msi | 11-Nov-2010, 02:23:43 WIB
KabarIndonesia - Peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan bagi seluruh bangsa Indonesia bukan semata mengenang jasa-jasa dan pengorbanan para pejuang yang tak terhitung jumlahnya demi memperjuangkan tegaknya Republik Indonesia yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejarah perlawanan Surabaya menghadirkan Bung Tomo, sosok yang gagah berani karena mempertahankan kemerdekaan dari serbuan tentara-tentara sekutu.
Setiap tanggal 10 November, bangsa kita memperingati Hari Pahlawan, akan tetapi peringatan ini hanya menjadi sebuah peringatan seremonial. Bertahun-tahun peringatan ini jatuh dalam ritual belaka tanpa mencari apa yang sebenarnya yang menjadi nilai-nilai penting yang perlu dihayati dan direnungkan pada saat memperingati hari pahlawan. Tak mengherankan etos kepahlawanan kian lama justru memudar dan kehilangan daya gugahnya bagi bangsa dan negara. Padahal peringatan hari pahlawan merupakan momen kita merenungkan pengorbanan anak-anak bangsa mempertahankan kemerdekaan. Mereka rela berkorban agar kehidupan bangsa ini menjadi lebih baik. Mereka berjuang untuk menjadikan negara ini menjadi milik bersama guna menciptakan masyarakat yang adil dan makmur. Mereka berjuang untuk mewujudkan satu tujuan mulia bagi bangsa ini yakni bangsa yang merdeka dan merekapun telah menghantarkan kita ke pintu gerbang kemerdekaan.
Mereka berjuang tanpa memandang dari suku mana mereka berasal, dari agama mana mereka bersalah atau dari daerah mana mereka berasal. Yang mereka pandang hanya satu bahwa bangsa ini harus merdeka. Mereka berjuang dengan penuh harapan bahwa bangsa ini merdeka semerdeka-merdekanya, bangsa ini memiliki kesejahteraan yang semakin maju, kehidupan rakyat yang adil dan makmur dan mampu memberikan pencerdasan kehidupan bangsa.
Perjuaangan para pahlawan bermuara hanya satu, yakni mewujudkan cita-cita luhur yang tertuang di dalam pembukaan UUD 1945; “…mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur” dan “mamajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.”
Oleh karena itu peringatan Hari Pahlawan merupakan kesempatan yang baik untuk selalu memupuk rasa kesadaran berbangsa, bernegara, bermasyarakat di negara Indonesia ini. Etos kepahlawanan senantiasa perlu kita hidupkan karena bermakna bagi bangsa dan negara di masa depan. Semangat merah putih jangan sampai punah tetapi harus selalu dipupuk dan disemayamkan dalam setiap hati sanubari anak bangsa Indonesia.
Kini, ketika negara dan bangsa kita memasuki periode baru yang penuh dengan berbagai masalah dan krisis, ada baiknya bila kita mengenang dan merenungi kembali makna Hari Pahlawan 10 November. Tidak sekedar bercumbu mesra dan nostalgia masa lalu. Melainkan dengan jujur menjadikan semangat para pahlawan sebagai teladan dalam perjuangan meraih masa depan. Dengan demikian kita akan kembali ingat bahwa Republik Indonesia yang sekarang ini adalah hasil perjuangan dalam jangka waktu yang lama dari banyak orang yang terdiri dari berbagai suku, agama, keturunan ras, dan berbagai macam pandangan politik.
Dengan merenungkan secara dalam-dalam, berbagai tahap perjuangan bangsa itu, maka akan makin jelaslah kiranya bagi kita semua, bahwa Republik Indonesia ini adalah benar-benar milik kita bersama bangsa Indonesia. Pahlawan adalah sosok pilihan Tuhan, yang mau dan mampu dengan penuh keikhlasan mengorbankan apa saja bahkan jiwanya sekalipun demi sebuah harga diri dan identitas bangsa. Mereka menjadi teladan karena mencari pujian atau ingin diberikan tepuk tangan. Mereka berjuang semata-mata demi tegaknya kemerdekaan yang baru saja direbut dari tangan penjajah.
Mereka hanya memahami bagaimana arti berjuang dan perjuangan, dengan satu tujuan agar anak cucunya tidak merasakan penderitaan, sebagaimana yang mereka rasakan di masa-masa penjajahan di masa lalu. Hari Pahlawan sudah barang tentu tidak hanya diperingati sebatas seremonial belaka, melainkan dapat menjadikan perenungan bersama untuk menentukan langkah ke depan bangsa ini, demi menciptakan kehidupan berbangsa yang ideal dan bermartabat.
Dalam konteks kekinian, kepahlawanan bukan lagi memanggul senjata atau menenteng bambu runcing bertarung fisik melawan musuh, melainkan individu-individu atau kelompok-kelompok masyarakat khususnya generasi muda dari berbagai tingkatan dan disiplin ilmu yang secara ikhlas rela berkorban demi mengangkat harkat dan martabat masyarakat bangsa dalam arti yang seluas-luasnya. Termasuk generasi muda yang sekarang ini bekerja sebagai sukarelawan tanpa pamrih di medan bencana.
Tugas anak bangsa saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan nilai-nilai kepahlawanan, dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Jadi, penghormatan kita dengan menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. Menjadikan para pahlawan sebagai teladan dan cermin sikap hidup adalah keutamaan yang perlu terus dikembangkan dan dilestarikan. Tentu saja dalam hakikat dan makna yang baru.
Tugas anak bangsa saat ini adalah memberi makna baru kepahlawanan dan nilai-nilai kepahlawanan, dalam mengisi kemerdekaan sesuai dengan perkembangan zaman. Saat memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan, rakyat telah mengorbankan nyawanya. Jadi, penghormatan kita dengan menundukkan kepala untuk mengenang jasa-jasa mereka. (lihat Munandar, 2008).
Peringatan hari Pahlawan semestinya menjadi pembuka kesadaran banyak pihak bahwa musuh bangsa berasal dari dalam yang membutuhkan semangat perjuangan dan pengorbanan seluruh komponen anak-anak bangsa. Dalam situasi semacam ini bukan keberanian memanggul senjata melainkan pada pengorbanan memperbaiki keadaan bangsa yang semakin terasa rapuh dan tua ini.
Peringatan hari pahlawan menjadi ajang dan momen yang membangkitkan nyali semangat anak-anak bangsa untuk ambil bagian sesuai peran dan kemampuan masing-masing dalam membangun bangsa. Setiap generasi memanggil anak-anak mudanya untuk turut serta berkontribusi bagi bangsa dan negara dalam beragam dinamikanya. Itulah saripati etos kepahlawanan yang mesti terus diperjuangkan dan dikobarkan. (*)
Penulis: Manajer Konsorsium Peduli Anak Kabupaten dan Kota Semarang (KOMPASS)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar